Cara Backup & Restore VM Proxmox

Backup Cloudinit VM (mode: stop)

Cara melakukan Backup untuk VM yang memakai cloudinit dengan mode stop (VM mati):

Matikan VM melalui Web UI Proxmox atau melalui CLI:

qm shutdown <VM_ID>

Backup/simpan konfigurasi clodinit ke dalam sebuah file:

qm config <VM_ID> > /tmp/vm-<VM_ID>-cloudinit.conf

Jalankan Backup:

vzdump <VM_ID> --mode stop --compress zstd --storage local --protected 1

Backup Generic VM (ISO)

Berikut cara untuk melakukan backup VM yang menggunakan ISO sebagai installer nya menggunakan mode stop (VM mati)

Matikan VM melalui Web UI Proxmox atau melalui CLI:

qm shutdown <VM_ID>

Jalankan Backup:

vzdump <VM_ID> --mode stop --compress zstd --storage local --protected 1

Breakdown Opsi Perintah Backup

  • vzdump Perintah utama (command-line tool) bawaan Proxmox VE yang berfungsi untuk mem-backup VM (QEMU/KVM) maupun Container (LXC).
  • <VM_ID> Nomor identitas unik dari VM yang ingin dibackup (contoh: 100, 101, 105).
  • --mode stop Menentukan metode backup yang digunakan:
    • Proxmox akan mematikan VM (shutdown) secara bersih terlebih dahulu sebelum membuat backup disk.
    • Tujuan: Menjamin konsistensi data 100% (zero data corruption) karena tidak ada aktivitas penulisan ke disk atau RAM saat file backup dibuat.
    • Catatan: Jika VM sedang mati saat perintah ini dijalankan, Proxmox langsung membuat backup tanpa perlu mengubah status VM.
  • --compress zstd Menentukan algoritma kompresi untuk file hasil backup:
    • zstd (Zstandard) adalah algoritma kompresi default modern di Proxmox yang sangat cepat, hemat beban CPU, dan menghasilkan ukuran file yang kecil.
  • --storage local Menentukan lokasi penyimpanan file backup:
    • File .vma.zst hasil backup akan disimpan di storage bernama local (secara default berlokasi di direktori /var/lib/vz/dump/).
  • --protected 1 Mengaktifkan fitur perlindungan dari penghapusan:
    • Angka 1 berarti True (Aktif).
    • File backup ini akan ditandai Protected di Proxmox. File ini tidak akan bisa terhapus secara tidak sengaja melalui Web GUI, serta kebal dari penghapusan otomatis oleh aturan Backup Retention Policy (rotasi pembersihan backup lama).

Kesimpulan Ringkas

Perintah ini menginstruksikan Proxmox untuk:

“Matikan VM <VM_ID>, buat file backup disk-nya dengan kompresi cepat zstd, simpan hasilnya di storage local, dan kunci file tersebut agar tidak bisa terhapus otomatis.”

Panduan Restore VM (GUI & CLI)

Pilih salah satu metode yang paling nyaman bagi Anda:

Metode 1: Restore via Proxmox Web GUI (Paling Praktis)

1. Upload / Tempatkan File Backup:Persiapan File Backup.

Pastikan file .vma.zst sudah berada di storage Proxmox (misal di /var/lib/vz/dump/ untuk storage local).

2. Pilih File Backup di Storage: Navigasi Web Console.

  1. Pilih storage tempat backup berada di menu sebelah kiri (misal: local -> tab Backups).
  2. Klik file backup VM yang ingin dipulihkan (vzdump-qemu-503-...vma.zst).
  3. Klik tombol Restore di pojok kanan atas.

3. Atur Parameter Restore:Konfigurasi Target Storage & ID.

  • Target storage: Pilih storage disk untuk VM baru di Proxmox 9 (misal: local-lvm, local-zfs, atau storage NVMe/Ceph Anda).
  • VM ID: Isi dengan ID VM yang diinginkan (bisa tetap 503 atau ID baru).
  • Unique / Unbind Network: Biarkan tidak dicentang jika ingin mempertahankan MAC Address asli.

4. Eksekusi Restore: Jalankan Proses.

Klik Restore dan tunggu jendela log menampilkan pesan TASK OK.

Metode 2: Restore via CLI / Terminal (Sangat Cepat)

Jika nama bridge atau storage di Proxmox 9 Anda berbeda, metode CLI sangat ampuh karena Anda bisa langsung memetakan (mapping) bridge baru dalam satu perintah.

Gunakan perintah qmrestore:

qmrestore /var/lib/vz/dump/vzdump-qemu-503-2026_09_14-10_40_57.vma.zst 503 --storage local-lvm

Langkah Pengecekan Setelah Restore (Post-Restore Checklist)

Sebelum menyalakan VM (Start), lakukan verifikasi berikut:

  1. Cek Network Interface (Wajib):
    • Masuk ke VM 503 -> Hardware -> Network Device (net0).
    • Pastikan kolom Bridge sudah terhubung ke bridge yang ada/aktif di Proxmox baru (jika beda Proxmox) (misal: vmbr0).
  2. Khusus VM Cloud-Init:
    • Masuk ke VM 503 -> Cloud-Init.
    • Verifikasi parameter (IP Address, User, SSH Key). Klik tombol Regenerate Image jika Anda mengubah konfigurasi IP/User di tab tersebut.
  3. Nyalakan VM:
    • Klik tombol Start di Web GUI atau jalankan qm start 503 via CLI.